Selasa, 27 November 2007
Tas AkSeSoRis BeRBaHaN SamPaH
Di bengkel Aswin di Jakarta sampah-sampah plastik dikumpulkan dari para pemulung. Sampah plastik dicuci, dijemur, dan dipisah-pisahkan. Plastik dari bekas aneka barang kemasan itu lalu dibentuk jadi aneka produk berharga.
Bengkel Aswin mampu menyulap sampah plastik seharga Rp 6.000 menjadi payung bernilai RP 150 ribu. Hasil karya bengkel sampah Aswin telah diekspor ke sejumlah negara, seperti Singapura, Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat.
Benteng Keraton Buton Terluas di Dunia
Baubau: Benteng Keraton Buton di Baubau, Sulawesi Tenggara, berdiri kokoh sejak abad 16. Letaknya di atas bukit Malai membuat Anda dapat menikmati pemandangan indah Kota Baubau sejauh mata memandang. Bangunan ini pun merupakan benteng induk kesultanan. Dan, satu-satunya benteng kesultanan di Sulawesi Tenggara.
Hebatnya lagi, bangunan ini disebut-sebut sebagai benteng terluas di dunia. Wajar saja, peninggalan sejarah ini memiliki 16 kubu pertahanan, 12 pintu dan 100 meriam. Saking besar dan megahnya, bangunan ini pun dikenal dengan nama lain, yaitu Seribu Benteng. Sebab, bangunan ini terdiri dari beberapa benteng kecil di dalamnya. Benteng kecil ini menjadi pendukung bangunan induk.
Salah satu bagian benteng tertua adalah tiang bendera Kasulana Tombi. Tiang bendera ini disanggah empat tonggak lantaran sudah termakan usia. Sejak berdiri pada abad ke-17, tiang ini pernah tersambar petir. Namun Kasulana Tombi masih terpancang dan pernah mengibarkan banyak bendera. Mulai dari Keraton Buton, Belanda, Jepang dan Sang Saka Merah Putih.
Usai melihat peninggalan sejarah, Anda bisa langsung menikmati hangatnya sinar matahari di Pantai Nirwana. Seperti namanya, Pantai Nirwana memiliki pemandangan yang sangat indah. Bahkan pantai tersebut disebut-sebut sebagai taman laut terindah. Bagai di surga, deburan ombak dan jernihnya air laut dapat memuaskan diri Anda.
Tak hanya sampai di situ. Bila menunggu sampai sore tiba, Anda akan disuguhkan panorama alam menakjubkan. Bayangkan, Anda bisa menyaksikan terbenamnya mataha